Akibat transportasi buruk di Kepulauan Maluku


Written on 9 Agustus 2010 – 13:54 | by adi72warsito

Pagi itu sekitar pukul 08:00 Bagian Barat Waktu Indonesia (BBWI) tangal 7 Agustus 2010, kami di Jakarta menerima khabar duka dari keluarga kami di Ambon dan Manipa, bahwa telah terjadi kecelakaan tenggelamnya speed boat yang di antara penumpangnya sebagian besar adalah keluarga kami di Manipa. Kronologis tenggelamnya speed boat tersebut secara pasti belum kami dapat sampai saat ini.

Cuaca di Indonesia yang sukar ditebak akhir-akhir ini memang menjadi penyebab utama sulitnya memprediksi keadaan laut. Cuaca yang cerah saat berangkat, bisa secara tiba-tiba berubah menjadi hujan angin hingga menimbulkan gelombang besar.

Lebih dari 10 tahun yang lalu (1999) saat saya masih tinggal di Pulau Manipa, Maluku,  transportasi yang ada hanya perahu motor kayu, motor tempel (katinting/jhonson) tanpa peralatan keselamatan yang memadai, bahkan bisa dibilang tidak ada.
Saat itu saya harus sering menyeberang lautan untuk kepentingan pendidikan anak-anak di pulau tersebut. Untuk mencapai pulau Ambon atau pulau Buru, saya hanya menggunakan perahu motor kecil, atau terkadang menggunakan perahu layar yang di lengkapi dengan mesin tempel (katinting).

Sepuluh tahun berlalu saat daerah tersebut kini sudah menjadi kecamatan, sepertinya transportasi masih sama seperti dulu.

Nampaknya pemerintah daerah belum sadar bahwa daerah Maluku adalah daerah kepulauan, dan masalah transportasi laut haruslah menjadi perhatian utama. Sudah seharusnya transportasi antar pulau di kepulauan Maluku dibenahi.

Pemerintah daerah seharusnya mengalokasikan anggaran pendapatan daerah mereka untuk pengadaan alat transportasi, dan serahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah setempat, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup di daerah yang bersangkutan.
Atau minimal sosialisasikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APR) dan dalam hal ini berupa Rompi Pelampung untuk setiap penumpang.

Mengenai peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, BMKG setempat, saya rasa tidak sampai ke masyarakat dan pengelola karena memang di Pulau Manipa komunikasi sangat sulit.

“Ini terjadi karena pengelola dan pengguna tidak mau mematuhi peringatan dari BMKG,” kata Asisten Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Seram Bagian Barat, Ronal Siloy seperti dikutip dari Antara.

Ini juga teguran bagi pemerintah daerah untuk mengadakan alat telekomunikasi yang pantas untuk sebuah kecamatan. Ajaklah operator Telkomsel, Indosat atau apapun untuk membuat pemancar di daerah tersebut. SSB (Single Side band) harus disediakan untuk pemerintah daerah setempat. Bentuk Syah Bandar untuk daerah tersebut.
Dan pemerintah daerah jangan hanya menyalahkan serta hanya pintar berandai-andai. Kejadian ini sudah terjadi, sekarang hanya mencari cara bagaimana agar kejadian ini tidak terulang lagi dimasa mendatang.

Untuk korban tenggelam, kami do’akan semoga arwah mereka diterima disisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan saya ucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya, dan semoga diberikan ketabahan.

Jum’at Malam


Written on 20 Nopember 2009 – 18:46 | by adi72warsito

Waktu pada mesin absensi sudah menunjukkan pukul 17:30. Sebagian karyawan sudah meninggalkan kantor menuju rumah masing-masing untuk bertemu dengan keluarga. Aku kembali masuk ke dalam ruangan. Dari lantai empat ruang kerjaku, aku memandang kemacetan lalu lintas baik itu di jalan tol maupun jalan protokol. Niat untuk pulang cepat sepertinya batal.

Saat ini sudah menunjukkan pukul 18:00, dan kembali saya memandang jalan Yos Sudarso yang masih penuh dengan kendaraan, baik itu jalan tol maupun jalan protokol. Niat untuk pulang cepat sepertinya batal.

Adzan maghgrib sudah berkumandang 10 menit yang lalu, sehingga kuputuskan untuk sholat maghrib dulu.Selesai sholat kembali aku memandang ke jalan Yos Sudarso. Kali ini jalan tol sudah agak lancar tetapi tidak untuk jalan protokol.

Office Boy sudah memberi kode dengan mondar mandir di depan ruang kerjaku. Nampaknya dia sudah tidak sabar ingin pulang juga.

Aku tidak ingin menghalangi niat dia untuk pulang cepat. Jadi walaupun jalan Yos Sudarso masih padat, aku putuskan untuk pulang. Bis 43 jurusan Tanjung Priok - Cilitan mungkin sudah menunggu kedatanganku dengan segala kepadatan penumpangnya.

Dengan tekad bulat, aku mantapkan untuk menambah keletihanku untuk 1 sampai 2 jam ke depan lagi, yang sudah aku rasakan selama 5 hari ini. Ya, lima hari yang melelahkan. Apalagi ditambah tadi malam tidak tidur semalaman karena harus mengerjakan tugas di kantor.

Mudah-mudahan jalan Yos Sudarso tidak macet seperti Jum’at kemarin yang mampu menahanku selama tiga jam perjalanan dari Sunter ke Pengadilan Kelapa Gading.

5 Menit lagi aku matikan PC di meja kerjaku, tentunya setelah menyunting dan menerbitkan tulisanku ini. Sampai jumpa hingga Senin besok, dengan pekerjaan yang tetap setia menunggu.

Wasalam.

Tahun ini nggak mudik..!


Written on 14 September 2009 – 12:09 | by adi72warsito

Biasanya 1 minggu sebelum lebaran,  saya sudah sibuk memperbaiki motor. Lampu depan, lampu rem, lampu sen, lampu variasi, rem, busi dll sudah saya cek dan siap digunakan.  Sudah 4 tahun belakangan ini saya ketagihan pulang kampung naik motor, konvoi bareng keluarga. (laki2 semua,  ibu2 udah duluan naik mobil).  Tapi tahun ini nampaknya saya harus berhari raya di Jakarta. Tinggal sisa 1 minggu lagi menjelang hari raya tapi belum ada bayangan untuk memperbaiki motor saya yang memang kelihatannya sudah capek diajak mudik setiap tahun. Motor saya ini harus turun mesin karena kelihatannya sudah banyak asap putih yang mengepul dari knalpot. Tapi apa daya, pengeluaran dana taj terduga beberapa bulan belakangan ini memang membuat kondisi keuangan rumah tangga sedikit terganggu dan akhirnya anggaran untuk mudik juga terganggu, sementara hanya mengandalkan THR tidaklah memungkinkan.

Jadi, saya ambil keputusan tahun ini cukup berhari raya di Jakarta saja. Sudah lama tidak menikmati Jakarta yang sepi dari kendaraan dan bebas dari kemacetan. Atau di rumah saja menikmati kue nastar sambil menyaksikan rekan-rekan yang sedang berkonvoi ria ditengah-tengah kemacetan menuju kampung halaman melalui layar televisi.

Silaturahim kepada orang tua untuk saat ini cukup memanfaatkan sarana komunikasi telephone.

Mudah-mudahan tahun depan kita bisa berkonvoi ria lagi.  Salam

Marhaban Ya Ramadhan


Written on 21 Agustus 2009 – 05:53 | by adi72warsito

Menjelang bulan yang suci dan penuh berkah, dan awal saya akan melakukan ibadah pensucian diri, saya secara pribadi mohon maaf kepada seluruh keluarga, teman dan kenalan atas segala perbuatan saya yang kurang sopan atau membuat hati kalian tidak enak, baik melalui posting-an atau melalui komentar-komentar yang pernah saya ungkapkan. Dengan ridho dari kalian mudah-mudahan saya dapat menjalankan ibadah pada bulan ramadhan ini dengan sempurna. Amien.

Semrawutnya pengendara motor


Written on 12 Agustus 2009 – 16:53 | by adi72warsito

Beberapa tahun belakangan  ini tampaknya sebagian besar warga Jakarta dan sekitarnya lebih cepat terpancing emosinya. Tekanan hidup yang semakin berat tampaknya menjadi salah satu penyebab mudahnya orang marah. Tekanan hidup di Jakarta dan sekitarnya begitu banyak dan beragam, salah satunya yang sering dan riskan untuk terjadi konflik adalah di jalan. Ya. Jalan raya.

Tidak perlu saya deskripsikan karena anda semua pasti terlibat di dalamnya setiap pagi dan petang. Sepeda motor merupakan kendaraan yang dituding memberikan andil besar dalam setiap konflik di jalan raya. Beberapa kasus yang sering terjadi di jalan yang melibatkan sepeda motor di antaranya:

  1. Menerobos lampu lalu lintas. Sebagianbesar pengendara motor pasti pernah menerobos lampu merah, termasuk saya (terpaksa saya lakukan karena selalu di klakson kalau saya tidak jalan). Menerobos lampu lalu lintas biasanya dilakukan jika arus kendaraan dari arah yang mendapatkan giliran lampu hijau kosong atau sepi. Bahkan kadang jika ada satu kesempatan untuk menerobos, maka mereka lakukan walaupun harus dengan gas yang maksimal. Jika anda tidak ingin menerobos, maka lebih baik anda mengambil posisi di pinggir mendekati trotoar.
  2. Melawan arah. Biasanya dilakukan jika jalan ketempat  yang dituju lumayan jauh dan harus memutar. Dengan melawan arah diharapkan dapat mempersingkat waktu dan jarak sehingga dapat menghemat bahan bakar. Tapi resiko nyawa tidak bisa dihemat.
  3. Memacu kendaraan dengan cepat. Bagi pengendara motor, lampu lalu lintas merupakan garis start untuk melakukan balapan. Berawal dari lampu lalu lintas inilah, balapan antar pengendara motor berlanjut. Seluruh kendaraan roda dua dari semua merek dan tipe saling mendahului untuk mencapai lampu lalu lintas berikutnya. pemenangnya adalah mereka yang berhasil lolos dari jebakan lampu merah selanjutnya. (saya juga pernah seperti ini, kadang2).
  4. Saling serobot dipersimpangan.  Persimpangan kecil tanpa lampu lalu lintas merupakan tempat yang sangat riskan untuk menimbulkan konflik. Semua pengendara ingin lebih dahulu melewati persimpangan tersebut seolah-olah mereka yang berhak untuk diutamakan.
  5. Melalui trotoar. Biasanya kalau jalanan macet, sampai kendaraan roda dua pun tidak bisa lewat, maka alternatif yang sering diambil adalah melalui trotoar. Sudah pasti hal ini akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

Masih banyak pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh pengedara motor yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bagaimana dengan kendaraan roda empat, seperti angkutan umum atau kendaraan pribadi? saya rasa ada juga dan banyak pelanggaran yang terjadi.

So yang mau pulang pakai kendaraan roda dua, hati hati aja, dan sabar. Jangan nafsu.

SAYA TIDAK INGIN KAYA


Written on 11 Agustus 2009 – 10:38 | by adi72warsito

Ketika kita mendengar seseorang berkata: “Saya ingin sekali menjadi orang kaya”, maka kita akan berfikir bahwa orang ini mempunyai keinginan dan tekad yang besar serta mulia untuk menjadi kaya. Tapi menurut saya orang tersebut belum mempunyai tekad yang bulat untuk menjadi orang kaya. Terinspirasi dari buku yang pernah saya baca beberapa tahun yang lalu dari AA Gym, bahwa menjadi kaya tidaklah cukup hanya sampai menjadi suatu keinginan tapi perlu ditingkatkan menjadi keharusan.

Jadi kalimat di atas haruslah dirubah atau ditambahkan dengan “Saya harus kaya”.

Menurut saya, kata “ingin” dapat diartikan sebagai niat untuk melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu, sedangkan “harus” adalah tindak lanjut dari niat yang merupakan tekad untuk melakukan sesuatu yang lebih bersifat pemberi semangat.

Dalam bisnis, kata “ingin” memang seharusnya dirubah menjadi “harus”. Hal ini berhubungan dengan impian dan cita-cita yang akan dicapai. Cita-cita yang tinggi, impian yang tinggi memang seharusnya diberi semangat dengan perkataan harus.

Terlepas dari keinginan dan keharusan, setiap niat yang kita ucapkan dan tekadkan, tidak akan terwujud tanpa adanya tindak lanjut. Tidak mungkin kita kenyang jika saat lapar tapi kita hanya berkeinginan untuk makan tanpa ada tindak lanjut untuk menanak nasi atau mencari makanan yang akan kita makan. Sangatlah bodoh ketika kita melihat para penganggur yang hanya duduk berkhayal bersama temannya untuk menjadi orang kaya tanpa ada tindakan untuk memulai mencari kerja. Sangatlah bodoh lagi jika ada penganggur yang ditawari pekerjaan lalu menjawab: “saya tidak bisa melakukan pekerjaan itu” atau “saya tidak cocok dengan pekerjaan itu” atau “saya nggak mungkin melakukan pekerjaan itu” dan lain sebagainya tanpa mencobanya terlebih dahulu. Setiap orang yang menawari pekerjaan, pastilah dia sudah menilai kemampuan orang tersebut.

Jadi yang lebih penting dari niat adalah tindak lanjutnya yaitu “berusaha”, atau istilah yang sering saya gunakan adalah “ikhtiar”. Setelah kita niatkan keinginan kita yang kemudian kita tekadkan dengan keharusan untuk mencapai impian, selanjutnya adalah berikhtiar dan berusaha untuk mewujudkan impian kita. Sekecil apapun hasil yang didapat dari ikhtiar atau usaha kita, janganlah membuat keinginan dan “keharusan” kita menjadi luntur.

Cobalah kita tengok kembali usaha yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison untuk menciptakan lampu, dia tidak berputus asa walaupun beberapa kali mencoba tapi belum mendapatkan lampu yang menyala. Coba kita bayangkan seandainya dia putus asa pada percobaan yang ke 999 kali dan menghentikan percobaannya padahal pada percobaan yang 1000 dia berhasil menciptakan bola lampu yang dapat berpijar, mungkin dunia ini akan gelap gulita sepanjang malam. Seandainya Wright bersaudara putus asa untuk membuat pesawat terbang, tentu kita masih menggunakan transportasi darat atau laut untuk bepergian.

So.. kawan mulai saat ini NIAT kan seluruh impianmu kemudian IKHTIAR lah untuk mencapainya.

Tapi jangan beranjak dulu karena ada satu lagi yang perlu dilakukan untuk mencapai impian yaitu Berdo’a. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dilahirkan melalui perantara ibu kita dari hasil perkawinan dengan ayah kita, tentulah memerlukan do’a untuk mewujudkan impian kita. Kita tidak boleh egois dengan tidak melibatkan Tuhan dalam masalah kita, sedangkan kelahiran dan adanya kita didunia ini sudah jelas adalah dengan campur tangan Tuhan. Jadi sebagai makhluk Tuhan, kita harus selalu memohon dan berdo’a dalam setiap niat dan ikhtiar yang sudah kita lakukan. Tuhan tidak buta. Dia pasti melihat hambanya yang berusaha dan berdo’a untuk mencapai keinginannya.

Tiga kunci inilah menurut saya yang harus ditanamkan untuk mencapai keinginan kita baik itu “kekayaan”, “kedudukan” maupun “wanita (istri pendamping hidup) / suami bagi wanita”.

Sekarang sudah jelas kenapa judul di atas “SAYA TIDAK INGIN KAYA”, ya…..karena yang lebih baik adalah “SAYA HARUS KAYA”

RENUNGKAN….!

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d [13]: 11)

“Sesungguhnya bila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, itu lebih baik bagimu daripada meninggalkan mereka dalam keadaan menjadi beban orang lain, dan meminta-minta kepada orang lain.” (HR al-Bukhari)

“Kekayaan tidaklah mendatangkan mudarat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah Swt.” (HR Ahmad)

3 Prinsip Dasar untuk mewujudkan Impian

NIAT………………………….

IKHTIAR……………………….

DO’A………………………

Niat untuk menjadi Muslim Prestatif”

Ikhtiar tanpa kenal lelah, karena Ikhtiar adalah Ibadah”

Berdo’a kepada Allah, karena Allah Maha Mendengar”

Terima kasih untuk AA Gym atas inspirasinya. Semoga usahanya menjadi berkah.

Bekerja adalah ibadah


Written on 10 Agustus 2009 – 17:06 | by adi72warsito

Sebagian besar alasan orang bekerja adalah untuk mencari nafkah, baik nafkah untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Kewajiban untuk menafkahi diri sendiri dan keluarga merupakan salah satu yang mengakibatkan bekerja menjadi suatu ibadah.Dengan bekerja kita akan mendapatkan harta dan dengan harta ini kita dapat lebih mudah untuk beribadah. Coba bayangkan jika kita tidak memiliki pakaian untuk menutup aurat? bagaimana kita akan beribadah? Menunaikan ibadah haji.! tidak bisa dilakukan tanpa ada harta, bahkan tidak diwajibkan. Untuk beramal dan membayar zakatpun kita memerlukan harta. Lalu bagaimana kita dapat memakmurkan umat seandainya kita tidak mempunyai harta.

Lalu bekerja seperti apa yang dapat dinilai sebagai ibadah?

Sebenarnya secara logika kita bisa membedakan mana pekerjaan yang merupakan ibadah atau bukan. Seorang anak yang baru dewasa juga mengerti bahwa pekerjaan yang tidak merugikan orang lain sudah tentu merupakan ibadah. Sebaliknya pekerjaan yang merugikan orang lain sudah barang tentu tidak termasuk ibadah walaupun jenis pekerjaannya dihalalkan oleh agama. Contohnya berjualan adalah pekerjaan yang halal, tapi jika dilakukan dengan cara menipu atau menyembunyikan kekurangan barang dagangan sehingga sipembeli merasa kecewa dengan hasil yang didapat, maka nilai ibadah dari berjualan tadi akan gugur selama sipembeli belum merelakannya.

Oleh sebab itu saya berusaha untuk bekerja sesuai dengan norma-norma hukum agama dan masyarakat sehingga pekerjaan saya bernilai ibadah.

Jadi temanku, saudaraku…coba diteliti lagi apakah pekerjaan anda merugikan atau menguntungkan orang lain. dan ingatlah, untuk memperoleh keuntungan tidak selalu harus merugikan orang lain.

Halo dunia!


Written on 10 Agustus 2009 – 11:33 | by adi72warsito

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!